PKK Bijak, Ajak Warga Bayar Pajak

Pengelola Berita

2020-03-06 | 17:21:13

# Comments

Masih besarnya tunggakan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Propinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal. Untuk itu, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Propinsi Jawa Tengah menggandeng PKK untuk melakukan sosialisasi kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (5/3).
Kepala Bapenda Jateng Tavip Supriyanto menjelaskan, kerja sama dengan PKK sepanjang 2019 membuahkan hasil yang signifikan. Bahkan pajak yang berhasil terbayar mencapai Rp 1,5 miliar pada 2020 ini. Ppihaknya memperluas kerja sama yang semula hanya enam kabupaten, ditambah 12 kabupaten/ kota lagi, di mana masing-masing daerah mendapat 2.000 lembar surat pemberitahuan pembayaraan pajak.
“Jadi, tahun ini kami bekerja sama dengan 18 kabupaten. Kami akan mengevaluasi terus, mudah-mudahan hasil 2020 lebih baik,” tandasnya.
Sosialisasi yang diikuti 550 anggota PKK Kabupaten Brebes dan Tegal tersebut, di hadiri Ketua TP PKK Propinsi Jawa Tengah Ny Siti Atikoh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny Sri legiastuti Narjo, Ketua Dekranasda Brebes Drs H Warsidin MH dan Ketua TP PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasih.
Dilibatkannya Tim Penggerak PKK dalam sosialisasi tersebut sangat masuk akal, sebagai Organisasi yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat, PKK dianggap sangat cocok untuk membantu dalam urusan penyadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan dalam pembayaran Pajak Kendaraan.
Untuk itu dalam acara tersebut seluruh anggota TP PKK di berikan penjelasan apa itu pajak kendaraan, apa saja manfaatnya dan program yang sedang dijalankan oleh Samsat se Jawa Tengah saat ini. Dengan harapan tentunya setelah pertemuan tersebut mereka akan dapat menjelaskan kepada Masyarakat.
Berdasarkan data yang ada untuk Kabupaten Brebes di Tahun 2020 saja Januari hingga Februari Setidaknya ada tunggakan 4,12 Milyar dari 16 ribu obyek pajak dimana untuk tunggakan diatas 1 tahun ada Rp 42,61 Milyar dari 114 ribu obyek. Sementara untuk Kabupaten Tegal Januari hingga Februari 2020 sedikitnya ada tunggakan sebesar Rp 4,04 Milyar dari 14 ribu objek, dan tunggakan diatas satu tahun ada Rp 45,31 Milyar dari 115 onjek.
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakinkan bahwa pendapatan yang dihasilkan dari Pajak Kendaraan seluruhnya untuk Pembangunan Daerah, terutama di daerah asal pajak itu diperoleh. Untuk itu jika pajak itu tidak dibayarkan maka tentunya pembangunan Infrastruktur juga akan tersendat.
Selain mensosialisasikan kepatuhan pajak kendaraan dalam kesempatan tersebut juga digunakan Ganjar Pranowo untuk meminta masyarakat tetap tenang dalam menghadapi permasalahan Virus Corona yang sedang marak diberitakan.
Ganjar meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan melakukan hal hal konyol seperti memborong barang barang kebutuhan pokok. Menurut Ganjar yang terpenting adalah bagaimana caranya melaksanakan gaya hidup sehat agar terhindar dari segala macam penyakit.
Senada dengan yang disampaikan suaminya , Ketua TP PKK Propinsi Jawa Tengah Ny Siti Atikoh Ganjar Pranowo juga mengajak seluruh Kader PKK agar terus melakukan pembinaan terhadap seluruh Masyarakat untuk dapat menjalankan hidup Sehat.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes Ny. Sri Legiastuti Narjo mengatakan jajarannya akan selalu siap membantu mensukseskan program Pemerintah termasuk menggugah kesadaran Masyarakat untuk melakukan pembayaran Pajak Kendaraan.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo mengakui, memang dibutuhkan kesabaran dan kesadaran dalam membantu pemerintah mengoptimalkan pajak kendaraan. Namun dia optimistis kader PKK memiliki mental kuat seperti itu. Terbukti, pada 2019 lalu saat kerja sama dengan Bapenda diujicobakan pada enam kabupaten, hasilnya cukup efektif.
“Kader PKK itu grassroot yang langsung ke masyarakat. Jadi, ketika mereka mengampanyekan pembayaran pajak juga cukup efektif. Banyak kendala, tapi dengan pendekatan humanis, dengan bahasa yang baik, barrier bisa dihapus,” bebernya. (Yaser Arafat/Wasdiun)

Bagikan :



Leave a comment