Pembangunan Pengarusutamaan Gender Tak Dikesampingkan

Pengelola Berita

2020-07-22 | 17:03:08

# Comments

Pengarusutamaan gender (PUG) menjadi strategi pembangunan Kabupaten Brebes yang dilakukan secara rasional dan sistimatis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Hal tersebut dilakukan dalam sejumlah aspek kehidupan manusia dari rumah tangga, masyarakat dan negara. Pemkab selalu mengambil kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki secara seimbang.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PUG Kabupaten Tahun 2020 di aula Kantor Badan Perencanaan, Pembangungan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperlitbangda) Brebes, Kamis (16/7).
Pemkab terus berkomitmen membangun pengarusutamaan gender. Sudah saatnya perempuan memanfaatkan ruang yang telah terbuka dengan sebaik-baiknya. Beberapa kebijakan mulai memperlihatkan suatu kesadaran tentang kesetaraan dan keadilan gender di Kabupaten Brebes.
Dari komitmen tersebut, Kabupaten Brebes berturut-turut memperoleh penghargaan dua tahunan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) sejak 2012. Awalnya memperoleh katagori Pratama, terus naik kategori Madya (2016) dan pada 2018 naik lagi ke kategori Utama.
“Kita harus mempertahankan Kategori Utama, jangan sampai turun. Komitmen ini harus dijaga, didukung semua pihak dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender,” ajak Narjo.
Narjo mengingatkan bahwa tahun 2020 akan ada penilaian APE. Untuk itu, tim harus dapat mempertahankan kategori yang sudah didapat dengan pengisian instrumen evaluasi PUG.
Narjo berharap Rakor ini dapat meningkatkan kinerja program PUG sebagai wadah konsultasi bagi para pelaksana dan penggerak PUG darii berbagai OPD.
Ada berbagai hambatan pembangunan di Kabupaten Brebes yang menimpa kaum perempuan. Diantaranya masih banyak perempuan yang buta huruf, kesehatan yang buruk, kurangnya akses terhadap sumber daya dan kurangnya kebebasan sipil dan politik bagi perempuan.
Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes yang masih rendah tidak lepas dari Indek Pembangunan Gender (IPG) 67,89 persen dan Indek Pemberdayaan Gender (IPG) sebersar 59,26 persen. Seluruh OPD, harus memperhatikan Perencanaan Dan Penganggaran Yang Responsif Gender (Pprg), dengan Sungguh-Sungguh.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brerencana (DP3KB) Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi Parwoko M Kes menyebutkan, bahwa pengarusutamaan gender yang terpenting adalah implementasi sehingga hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Melalui Rakor, kata Sri Gunadi, terbangun evaluasi dan sharing pengalaman dalam pelaksanaan strategi PUG di masing-masing OPD. Selain itu, PUG harus benar-benar diimplementasikan dalam perencanaan kinerja. Sehingga tercapai hasil pembangunan yang berdampak pada perubahan bagi masyarakat baik laki-laki maupun perempuan.
Gunadi menandaskan, Pokja bisa membuat inovasi yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak. Inovasi tersebut merupakan ide program yang berbeda dari daerah lainnya.
Rakor yang digelar DP3KB Brebes, diikuti peserta dari berbagai OPD, pelaksana dan penggerak PUG.
Hadir juga mewakili Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kepala Bapperlitbangda Drs Edi Kusmartono MSi serta para tamu undangan lainnya. (Suprapto/Wasdiun)

Bagikan :



Leave a comment












-->