Mbah Tarjo, Jadi Panglima PDLMA Brebes

Pengelola Berita

2020-11-03 | 16:36:46

# Comments

Sutarjo Permadi atau yang lebih dikenal dengan Mbah Tarjo dikukuhkan sebagai Panglima Daerah Laskar Agung Macan Ali Nuswantara (PDLMA) Kabupaten Brebes masa Hikmat 2020-2025. Pengukuhan dilakukan oleh Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon Prabu Tribuana Tunggal Dewa atau Prabu Diaz di aula Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes, Jumat (30/10) malam.

Pengukuhan juga di saksikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH. Dalam kata sambutannya, Narjo  mengucapkan selamat dan sukses atas dikukuhkannya Sutarjo Permadi atau Mbah Tarjo sebagai Panglima Daerah Laskar Agung Macan Ali Nuswantara.

Narjo berharap, Mbah Tarjo yang juga anggota Banser Ansor itu, diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Brebes.

Wabup juga berpesan kepada Mbah Tarjo tidak sombong, takabur. arogan. Tetapi harus bisa merangkul semua anggotanya dengan lembut dan bersahaja.

Setelah dikukuhkan, kata Narjo, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kabupaten Brebes agar segera didaftarkan ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes. Meskipun di Cirebon Jawa Barat, sudah tenar dan menjadi organisasi yang disegani di Kasepuhan Cirebon.

Dengan terdaftarnya Laskar Agung  maka legalitas dan keabsahannya bisa dipertanggungjawabkan sebagai paguyuban yang memang ada dan berdiri di Kabupaten Brebes.

Disamping itu, sebagai Panglima Daerah, Mbah Tarjo agar terus menjalin silaturahmi dan  koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI dan Polri.

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon Prabu Tribuana Tunggal Dewa atau Prabu Diaz menjelaskan, Laskar Agung Macan Ali adalah Laskar Kesultanan Cirebon.

Merupakan, Paguyuban Laskar Sunda yang berdiri pada tahun 1527 dan berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa yang dipimpin Fatahillah.

Laskar Macan Ali, lanjutnya, bukan Ormas, LSM, ataupun OKP. Akan tetapi, Macan Ali adalah sebuah paguyuban di bawah naungan Kesultanan Cirebon. Yang anggotanya, adalah para tokoh terhormat juga masyarakat lainnya.

Paguyuban Laskar Macan Ali tidak hanya ada di Indonesia. Tetapi juga berdiri  di Taiwan, Thailand, Bangkok, dan Malaysia.

"Kemarin saya keliling Asia untuk mengukuhkan Laskar Macan Ali yang ada di luar Indonesia, mereka adalah pekerja migran Indonesia. Jadi, Laskar Macan Ali yang dibawah Kesultanan Cirebon itu bukan hanya dari kalangan Bangsawan. Tetapi, dari seluruh umat," papar Prabu Diaz.

Prabu Diaz menandaskan, Laskar Macan Ali tidak boleh demo, tidak boleh cari proyek, tidak boleh minta uang sama pemerintah, tidak boleh berpolitik, tidak boleh berbicara sara, Karena di Paguyuban Laskar Macan Ali ada orang Cina, Arab, Batak, Sunda, Katolik, Hindu, Budha, Sunda Wiwitan, dan Kejawen dan lain-lainnya.

“Laskar Macan Ali, visi-misinya adalah menjaga kedaulatan NKRI yang ber Bhineka Tunggal Ika dan ber Pancasila, Karena, ini sudah menjadi ideologi yang tidak bisa di ganggu gugat. Diantaranya, orang tua leluhur kita dulu berjuang memerdekakan Negeri ini dengan Paguyuban.
Selain itu, Macan Ali juga mempunyai visi-misi yang lain, seperti menjaga marwah berupa akhlak, adab,” tutur Prabu Diaz

Macan Ali juga, mempunyai sebuah strategi dalam rangka menjaga adat tradisi dan budaya. Bukan hanya Sunda saja tapi Se-Nusantara.

Mbah Tarjo menambahkan, untuk sekretariat Laskar Daerah Brebes berada di jalan Pesanggrahan Kelurahan Brebes, Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Mbah Tarjo berharap kepada generasi muda, agar bisa bergabung dengan Laskar Macan Ali supaya memiliki akhlakul karimah serta mencontoh semua ilmu yang bermanfaat dengan cara menyebarkan ajaran serta budaya para leluhur.

"Dengan adanya Laskar Macan Ali di Kabupaten Brebes, Budaya leluhur yang mengutamakan cinta tanah air bisa  berkembang lagi," pungkas Mbah Tarjo. (Suprapto/Wasdiun)

Bagikan :



Leave a comment












-->