Bupati Antar Salah Satu Inspirator Brebes Keperistirahatan Terakhirnya

Pengelola Berita

2020-07-06 | 12:28:10

# Comments

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi suami H Warsidin MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT serta Mantan Bupati Brebes H Indra Kusuma S Sos beserta istri dan para pejabat lainnya bertakjiyah ke rumah duka almarhum H Soewardi Wirjaatmadja SH jalan Ahmad Yani Brebes, Minggu (5/7).

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melalui Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH dalam sambutannya menyampaiakan, atas nama Pemerintah Kabupaten turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak H Soewardi Wirjaatmadja SH. Beliau telah menjadi motivator Kabupaten Brebes meninggalkan kita semua pada Sabtu (4/7) sore pukul 16.28 wib di Rumah Sakit Bhakti Asih (RSBA) Brebes.

Pagi ini, lanjutnya, Minggu (5/7) pukul 10.00 wib kita semua bersama-sama mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karangbirahi Brebes dan berdoa semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT, Husnul Khotimah, Aamiin.

Mewakili Bupati Brebes, melihat secara langsung dari sosok almarhum Bapak H Soewardi ini tidak asing lagi buat kami khususnya Pemkab dan masyarakat Brebes, almarhum sangat antusias sekali, semangat dan juga termotivasi bagi kami untuk semangat memajukan untuk Kabupaten Brebes.

Kurang lebih 50 tahun berkiprah untuk Kabupaten Brebes dan NKRI. Beliau adalah pendiri PDI di Kabupaten Brebes dari tahun 1955-1996.

 “Kami percaya, perjuangan beliau dengan ikhlas, tulus untuk membangun kemajuan NKRI khususnya di Kabupaten Brebes menjadi Brebes yang maju dan berkeadilan,” ucap Narjo sembari mengusap air mata.

Riwayat Perjalanan Hidup H Soewardi Wirjaatmadja SH

  1. Soewardi Wirjatmadja SH lahir di Brebes 24 Januari 1933 tepatnya di Desa Pagejugan dari pasangan Soewargo dan Suparni. Mbah Wardi sapaan akrabnya merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Sebelum menapaki dunia politik, Mbah Wardi adalah seorang pendidik,

karena ia merupakan guru tamatan Sekolah Guru Bantu (SGB) yang diselesaikan di Tegal dan lulusan Sekolah Guru Atas (SGA) di Semarang. Mbah Wardi sempat menjadi guru sebelum berkecimpung dalam lalu lalang dunia perpolitikan.

Karir politiknya itu diawali dengan menjadi anggota DPRD Gotong Royong di Kabupaten Brebes sekitar tahun 1960 an. Sepanjang perjalaan karir politiknya, beliau terpilih dan dinobatkan menjadi sebagai Ketua DPRD GR dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes untuk lima periode dari tahun 1960-1982. Seiring berjalannya waktu nama DPRD GR berubah menjadi DPRD Kabupaten.

Tahun 1982-1987 karir Soewardi semakin melesat hingga di tingkat nasional dan menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan juga dipercaya menjabat Sekretaris Balitbang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dibawah pimpinan Sunawar Sukowati.

Disela-sela kesibukanya di dunia politik, beliau melanjutkan studinya ke perguruan tinggi Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus di Jakarta. Dari anggota MPR, beliau terpilih menjadi DPR RI pada tahun 1988-1992 mewakili PDI saat itu. Dari senayan kemudian terpilih kembali menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan dipercaya sebagai Wakil DPRD Provinsi Jawa Tengah tahun 1992-1997 hingga periodenya berakhir.

Setelah usai menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, aktivitas beliau lebih condong ke aktivitas sosial dan pendidikan. Karena tercatat beliau pernah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes selama dua periode dari tahun 2003-2008 dan terpilih kembali periode kedua tahun 2008 hingga 2013.

Soewardi sudah tak asing lagi. la akan datang di setiap pertemuan tepat waktu. "Saya selalu menyempatkan hadir 15 menit sebelum acara dimulai" ujar Mbah Wardi kala itu.

Tokoh tiga zaman yang kini telah tutup usia 87 tahun menjadi bukti bahwa usia tak lagi menjadi penghalang bagi aktivitas mantan anggota MPR dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes.

Selain masih dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten, seabreg kegiatan organisasi masih dijalaninya, Beliau active didalam kegiatan-kegiatan sebelumnya yakni sebagai tokoh dibalik pendirian-pendirian Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) salah satunya SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Brebes, dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bulakamba, penasehat Palgeni, dan dipercaya menjadi salah satu Ketua Himpunan Pramuka Wredha (Hiprada) Praja Muda Karana (Pramuka), Penasehat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Brebes, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Brebes, Yayasan Nurul Hidayah Brebes serta Ketua RT, RW di wilayahnya.

Ayahnya, Soewargo adalah carik Desa Kedunguter dari tahun 1925 hingga 1928. Suwargo menjadi Kepala Desa tahun 1935 hingga tahun 1945. Sebagai putra Kepala Desa, Suwardi terkesan dari sikap dan perilaku ayahnya. "Hal yang membekas hingga kini terhadap bapak adalah sikap jujur dan mau bekerja keras. Kedua hal itu yang sampai sekarang saya pegang dan laksanakan," ujar Soewardi sebagaimana disampaikan pembaca riwayat singkatnya oleh Wijanarto

Riwayat Perjalanan Hidup H Soewardi Wirjaatmadja SH

  1. Soewardi Wirjatmadja SH lahir di Brebes 24 Januari 1933 tepatnya di Desa Pagejugan dari pasangan Soewargo dan Suparni. Mbah Wardi sapaan akrabnya merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Sebelum menapaki dunia politik, Mbah Wardi adalah seorang pendidik, karena ia merupakan guru tamatan Sekolah Guru Bantu (SGB) yang diselesaikan di Tegal dan lulusan Sekolah Guru Atas (SGA) di Semarang. Mbah Wardi sempat menjadi guru sebelum berkecimpung dalam lalu lalang dunia perpolitikan.

Karir politiknya itu diawali dengan menjadi anggota DPRD Gotong Royong di Kabupaten Brebes sekitar tahun 1960 an. Sepanjang perjalaan karir politiknya, beliau terpilih dan dinobatkan menjadi sebagai Ketua DPRD GR dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes untuk lima periode dari tahun 1960-1982. Seiring berjalannya waktu nama DPRD GR berubah menjadi DPRD Kabupaten.

Tahun 1982-1987 karir Soewardi semakin melesat hingga di tingkat nasional dan menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan juga dipercaya menjabat Sekretaris Balitbang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dibawah pimpinan Sunawar Sukowati.

Disela-sela kesibukanya di dunia politik, beliau melanjutkan studinya ke perguruan tinggi Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus di Jakarta. Dari anggota MPR, beliau terpilih menjadi DPR RI pada tahun 1988-1992 mewakili PDI saat itu. Dari senayan kemudian terpilih kembali menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan dipercaya sebagai Wakil DPRD Provinsi Jawa Tengah tahun 1992-1997 hingga periodenya berakhir.

Setelah usai menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, aktivitas beliau lebih condong ke aktivitas sosial dan pendidikan. Karena tercatat beliau pernah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes selama dua periode dari tahun 2003-2008 dan terpilih kembali periode kedua tahun 2008 hingga 2013.

Soewardi sudah tak asing lagi. la akan datang di setiap pertemuan tepat waktu. "Saya selalu menyempatkan hadir 15 menit sebelum acara dimulai" ujar Mbah Wardi.

Tokoh tiga zaman yang kini telah tutup usia 87 tahun menjadi bukti bahwa usia tak lagi menjadi penghalang bagi aktivitas mantan anggota MPR dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes.

Selain masih dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten, seabreg kegiatan organisasi masih dijalaninya, Beliau active didalam kegiatan-kegiatan sebelumnya yakni sebagai tokoh dibalik pendirian-pendirian Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) salah satunya SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Brebes, dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bulakamba, penasehat Palgeni, dan dipercaya menjadi salah satu Ketua Himpunan Pramuka Wredha (Hiprada) Praja Muda Karana (Pramuka), Penasehat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Brebes, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Brebes, Yayasan Nurul Hidayah Brebes serta Ketua RT, RW di wilayahnya.

Soewargo adalah carik Kesa Kedunguter dari tahun 1925 hingga 1928. Suwargo menjadi Kepala Desa tahun 1935 hingga tahun 1945. Sebagai putraKepala Desa, Suwardi terkesan dari sikap dan perilaku ayahnya. "Hal yang membekas hinggakini terhadap bapak adalah sikap jujur dan mau bekerja keras. Kedua hal itu yang sampai sekarang saya pegang dan laksanakan" ujar Soewardi. la teringat bagaimana ayahnya punya jadwal tetap. Malam hari Soewargo mengajak mantri polisi untuk patroli keliling desa. Memastikan keamanan desa. Sedangkan pagi berkeliling menengok saluran air bagi kebutuhan sawah penduduk di Pagejugan. Sementara Ibu Suparni, berasal dari Mewek Purbalingga. "lbu saya dulu bersama keluarga adalah koki (juru masak) pada Wedana Brebes, Prawoto".

"Selepas sekolah saya mengajarkan anak-anak yang tidak bersekolah di sekitar rumah" kenang Soewardi. Soewardi ingat bagaimana "sekolah" yang la ciptakan benar benar sederhana. Untuk pengganti kertas ia mempersiapkan daun pisang dengan sebatang lidi pengganti pensil.

Hal yang ditegaskan adalah soal keteladanan. Keteladanan tak memandangsiapa itu pemimpin masyarakat. Terhadap keluarganya sendiri keteladanan mutlakdiperlukan. Bersama seorang istri Hj Siti Rukayah dan satu satunya putra Prof. Dr. Bambang Purwantara guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Soewardi menikmati surga kecilnya di Brebes. la merasa bersyukur diberi tambahan bonus usia oleh Sang Pencipta. "Banyak teman-teman saya yang dipundhut Gusti Allah" lirih Soewardi. Sembari mengenangkan sepotong kenangan, si tukang jewer menatap lurus.

Turut hadir Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi suami AKBP Dr H Warsidin MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua DPRD Moh Taufik, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Mantan Bupati Brebes H Indra Kusuma S Sos beserta istri, mantan pejabat serta para Kepala Dinas dan Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun)

 

Bagikan :



Leave a comment












-->