|
Kemajuan pendidikan di Kabupaten Brebes cukup menggembirakan. Pelaksanaan program pembangunan pendidikan didaerah ini telah menyebabkan makin berkembangnya suasana belajar mengajar di berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Dengan dilaksanakannya program pembangunan, pelayanan pendidikan telah menjangkau daerah terpencil, daerah dengan penduduk miskin, dengan dibangunnya sekolah di daerah tersebut. 1. Pemerataan Pendidikan lndikator yang dapat digunakan untuk melihat tingkat pemerataan pendidikan adalah Angka Partisipasi (APK/APM), Rasi0 siswa per sekolah, rasio siswa per kelas, rasio siswa per guru. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh jajaran Dinas P dan K Kabupaten Brebes tahun 2006 APK untuk tingkat SD/MI adalah 98.81, tingkat SMP/MTs nilar APK adalah 86.63, dan untuk tingkat SMA/SMK/MA adalah 31.81 sedangkan untuk APM tingkat SD/MI adalah 84.36, tingkat SMP/MTs adalah 73.63 dan untuk tingkat SMA/SMK/MA adalah 20.03. Dilihat dari nilai APK, untuk tingkat SD dapat dilihat hampir seluruh penduduk usia SD sudah tertampung pada jenjang sekolah yang ada. Untuk tingkat SMP sekitar 86 persen penduduk usia 13-15 tahun yang ada sudah tertampung pada jenjang pendidikan yang ada, sedangkan untuk tingkat masih banyak anak usia 16-18 tahun yang belum sekolah. Rasio siswa per sekolah untuk tingkat SD adalah 218, untuk tingkat SMP adalah 382 dan untuk tingkat SMA adalah 389. Rasio siswa per kelas untuk tingkat SD adalah 31, untuk tingkat SMP adalah 41 dan untuk tingkat SMA adalah 38. Dilihat dari rasio siswa per kelas, jika dibandingkan dengan rasio siswa per kelas ideal yaitu 36, maka untuk jenjang SMP dan SMA rasio siswa per kelas masih tergolong padat. Rasio siswa per guru untuk tingkat SD adalah 26, untuk tingkat SMP adalah 18 dan untuk tingkat SMA adalah 14. Dilihat dari rasio siswa per guru, untuk Kabupaten Brebes bisa dikatakan sangat cukup.
2. Peningkatan Mutu
Peningkatan mutu dapat diukur dengan indikator diantaranya adalah Angka Mengulang, Angka Putus Sekolah, Angka lulusan, Angka Kelayakan Guru Mengajar, Persentase Kondisi Ruang Kelas. Untuk tingkat SD angka mengulangnya adalah sebesar 4.06 persen, untuk tingkat SMP adalah 0.44 persen dan untuk tingkat SMA adadah 0.55 persen. Sementara Angka putus sekolah untuk tingkat SD adalah 0.71 persen, untuk tingkat SMP adalah 1.25 persen dan untuk tingkat SMA adalah 1.10 persen. Angka lulusan untuk tingkat SD adalah 98.21 persen, untuk tingkat SMP adalah 99.19 persen dan untuk tingkat SMA adalah 62.98 persen. Angka kelayakan mengajar, untuk tingkat SD persentase guru yang layak mengajar adatah 76.31 persen, semi layak adalah 14.16 persen dan tidak layak 9.53 persen. Untuk tingkat SM? persentase guru yang layak mengajar adalah 79.43 persen, semi layak adalah 9.58 persen dan tidak tayak adalah 10.99 persen. Sementara untuk tingkat SMA persentase guru yang layak mengajar adalah 77.30 persen, semi Iayak adalah 15.98 persen dan tidak layak adalah 6.72 persen. Dilihat dari kondisi ruang kelas, persentase ruang kelas SD dengan kondisi baik adalah 57.90 persen, kondisi rusak ringan adalah 22.45 persen, dan kondisi rusak berat adalah 19.64 persen. Untuk tingkat SMP persentase ruang kelas dengan kondisi baik adalah 86.57 persen, kondisi rusak ringan adalah 9.10 persen dan kondisi rusak berat adalah 4.34 persen. Untuk tingkat SMA persentase ruang kelas dengan kondisi baik adalah 92.93 persen, kondisi rusak ringan adalah 6.36 persen dan kondisi rusak berat adalah 0.71 parsen
|