Untuk Informasi Riset Unggulan Daerah dan KRENOVA Th 2010 Kabupaten Brebes
Silahkan di Lihat di sini [Tampilkan]

Brebes dlm Angka

              

Tata Wilayah

Interaktif

Dinamika Pembangunan

Indonesia
http://brebeskab.go.id
 
Pola Penyakit Kasus Rawat Inap Cetak halaman ini
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 10 Januari 2008

Pola Penyakit Penderita Rawat Inap di Rumah Sakit




Berdasarkan tabel berikut, hampir semua golongan umur menderita penyakit diare oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi).

Pada golongan umur 1 - 4 tahun (balita) penyakit yang paling sering menyerang adalah penyakit diare oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi) yaitu sebanyak 361 penderita kemudian penyakit ISPA akut lainnya sebanyak 111 orang (11,56 %) penderita. Penyakit yang

menempati urutan pertama pad a golongan umur 5-64 tahun adalah Demam typhoid f1 Paratyphoid, sedangkan pad a golongan umur ~ 65 tahun adalah diare f1 GE oleh penyebab 'infeksi tertentu 74 orang (9,40%).

Lima penyakit yang paling banyak ditemukan pad a penderita rawat inap Rumah Sakit di Puskesmas adalah :








Kejadian Luar Biasa

Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Tahun 2006 terbanyak adalah Penyakit DBD

yang menyerang 11 kecamatan meliputi 67 desa dengan 259 penderita. Jumlah penderita yang meninggal 14 orang (attack rate = 0,01492%, CFR =5,41 0%). Sedangkan kasus lain dengan kematian adalah keracunan yaitu dari 35 kasus terdapat 2 kasus kematian ( CFR = 5,71%), Diare sebanyak 18 kasus terdapat 2 kasus kematian, Campak terdapat 33 kasus dengan 1 kasus kematian, Tetanus Neonatorum terdapat 3 kasus dengan 1 kasus kematian. Kasus KLB lain tanpa kematian adalah, Chikunguya terdapat 84 kasus di Kecamatan Wanasari. Prosentse KLB yang ditangani < 24 jam menurut standart tahun 2006 adalah 100%.

Keadaan Gizi

a. Status Gizi Balita

Jumlah balita yang ada (S) 164.142 balita, yang ditimbang (D) 119.824 balita, yang naik be rat badannya (N) sebanyak 95.995 balita. Sebanyak 775 balita (0,65%) dikategorikan BGM yaitu berat badan di bawah garis merah pada grafik KMS atau disebut juga gizi buruk. Kondisi ini dapat terjadi karena balita mengalami kurang energi protein (KEP). Sedangkan jumlah BGT balita yang dikategorikan BGT (bawah garis titik-titik) sebanyak 3.719 balita (3,10%). Target balita BGM pada Tahun 2006 adalah 14 %.

Pad a tahun 2006 terdapat 775 balita BGM, kecenderungan semakin meningkatnya prevalensi gizi buruk disebabkan antara lain oleh semakin memburuknya keadaan ekonomi 6

keluarga yang berdampak terhadap kecukupan pangan di tingkat keluarga. Puskesmas dengan prosentase jumlah balita BGM tertinggi adalah Puskesmas Jatibarang 2,71% dan yang terendah adalah Puskesmas Sirampog 0,04%. Sedangkan untuk prosentase jumlah balita BGT yang tertinggi adalah pada Puskesmas Kemurang wetan, Kecamatan Tanjung 14,52% sedangkan yang terendah adalah Puskesmas Bojongsari sebanyak 0,16%.

Kecamatan bebas rawan gizi berdasarkan definisi operasional dari "Rancangan matriks petunjuk teknis SPM bidang kesehatan di kabupaten/kota" adalah prosentase kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pad a balita < 15 % pada kurun waktu tertentu. Target kecamatan bebas rawan gizi pada tahun 2006 sebanyak 66,5%. Oari 17 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Brebes terdapat 10 Kecamatan yang bebas rawan gizi dan 7 Kecamatan yang rawan gizi (41,18%). Kecamatan yang rawan gizi adalah Kecamatan Bantarkawung, Sirampog, Jatibarang, Larangan, Ketanggungan, Kersana, dan Songgom.

b.GAKY

GAKY adalah gangguan akibat kekurangan yodium. Kekurangan yodium dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penurunan kecerdasan, penyakit GAKY atau gondok bahkan juga dapat menyebabkan kretinisme (kerdil). Kegiatan penanggulangan GAKY di Kabupaten Brebes antara lain distribusi kapsul yodium dan pemantaunan garam beryodium.

Distribusi kapsul yodium Tahun 2006 di Kabupaten Brebes dipusatkan di satu kecamatan yaitu Kecamatan Sirampog (13 desa) yang termasuk daerah endemik GAKY yaitu endemik ringan. Distribusi kapsul yodium diberikan pada ibu hamil, Bufas, WUS dan anak SO. Pada Tabel spm.29 dari 12.850 wanita usia subur yang ada, semua WUS mendapatkan kapsul yodium (100%) sehingga sudah me menu hi target sebesar 75%.

Pemantauan garam beryodium dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Oktober dimana pelaksanaannya melibatkan anak-anak SD. Oari Tabel spm.20 (laporan pemantauan garam) diketahui bahwa dari 28 Puskesmas diambil sampel masinggmasing 3 desa sehingga jumlah seluruh sampel 84 desa. Puskesmas dengan cakupan Oesa yang mempunyai garam dengan kadar yodium sampai 100% antara lain Puskesmas Salem, Puskesmas Bantarkawung, Puskesmas Bumiayu, Puskesmas Jatibarang, Puskesmas Ketanggungan, Puskesmas Banjarharjo, Puskesmas Sitanggal, Puskesmas Kecipir, Puskesmas Kersana, Puskesmas Kluwut, Puskesmas jagalempeni, puskesmas Brebes dan Puskesmas jatirokeh.

Penanggulangan Anemi

Berdasarkan Tabel spm.8 pemberian tablet tambah darah (Fe-90) diberikan pada 41.113 ibu hamil ( 86,49% dari 47.536 ibu hamill dengan target tahun 2006 sebesar 75%. Pemberian TTO (tablet tambah darah) dapat dijadikan indikator terhadap K1 ( untuk TTO 30 tablet) dan indikator K4 (untuk TTO 90 tablet). Data K4 pada tabel spm.1 menunjukkan angka 91,87% (selisih 5,38% dari prosentase Fe-90). Hal ini mungkin

disebabkan Fe yang diberikan oleh petugas tidak selalu bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.

d. Penanggulangan KVA

Kapsul vitamin A diberikan kepada balita usia 6 bulan - 5 tahun. Diharapkan dengan pemberian kapsul vitamin A penyakit kekurangan vitamin A (KVA) dapat dicegah. Pemberian vitamin A pad a bayi usia 6 bulan - 1 tahun yang telah mendapat vitamin A 1 kali sebanyak 20.384 (97.82%) dari 20.839 bayi. Sedangkan jumlah balita usia 1 - 5 tahun yang telah mendapat vitamin A 2 kali sebanyak 125.505 (97,85%) dari 128.264 balita dimana target cakupan balita yang mendapat kapsul vitamin A sebanyak 2 kali per tahun 91%.

F. Umur Harapan Hidup

Tahun 2000 umur harapan hidup waktu lahir 63,8 tahun dan pada tahun 1999 adalah 62,2 tahun. Sedangkan umur harapan hidup pada tahun 2005 adalah 66,4 tahun.

Umur harapan hidup dapat untuk mengetahui berapa lama orang dapat hidup sejak usia tertentu. Umur harapan hidup dianggap sebagai indikator umum bagi taraf hid up.

 


 

Webmail

  User ID
  Password

User Login






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Prakiraan Cuaca

 JUMAT,  12  MARET  2010

 
             Arah Angin            
              Tenggara

             Kecepatan
           05  -  30 Knot 
              

                 Suhu
25  -  29
  derajat  Celcius
 
           Kelembaban             
              70  -   93
 
               Cuaca
                Hujan
   ( Sumber  BMG Tegal )
 
 
 
 
SABTU, 13   MARET  2010
 
             Arah Angin            
              Tenggara

             Kecepatan
           05  -  30 Knot 
              

                 Suhu
25  -  29
  derajat  Celcius
 
           Kelembaban             
              70  -   94
 
               Cuaca
                Hujan
   ( Sumber  BMG Tegal )
 
 
 
 
 

 

Link Nasional

Link Nasional

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini374
mod_vvisit_counterKemarin515
mod_vvisit_counterMinggu Ini2857
mod_vvisit_counterBulan Ini5852
mod_vvisit_counterTotal212362

User Online

Saat ini ada 6 pengunjung yang online
Copyright 2010 .:: Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Brebes ::..